Tabligh : Mereka itu Berjalan Kaki di Atas Permukaan Bumi

2:09:00 PTG



Al-Baihaqiyy dan An-Naqoosy telah mentakhrijkan di dalam mu'jamnya dan Ibn An-Najjaar daripada Waaqid bin Salaamah daripada Yaziid Ar-Riqoosyiyy dari Anas ra. Bahawa Rasulullah Shallallaahu 'alayhi wa sallaam telah bersabda (mafhuumnya) :

Sudikah aku kabarkan kepada kalian akan kaum-kaum yang mana mereka itu adalah bukan para anbiyaa` dan bukan pula para syuhadaa`, (walhal) pada hari qiyaamat (nanti) para anbiyaa` dan para syuhadaa` merasa ghibtoh (iri hati) terhadap mereka itu lantaran manaazil (status- status) mereka (begitu dekat) dengan Allah, di atas minbar-minbar daripada nuur mereka dikenali.

Lalu mereka (para Sahabat r.ahum) Bertanya : siapakah mereka itu wahai Rasulullah Shallallaahu 'alayhi wa sallaam? Baginda menjawab (mafhuumnya) : al-ladziina yuhabbibuuna `ibaadaloohi ilAllahi, wa yuhabbibuunAllaha ilaa `ibaadihi, wa yamsyuuna `alal-ardhi nushan; artinya: (yaitu) orang-orang yang menjadikan para hamba Allah dicintai oleh Allah SWT , dan menjadikan Allah SWT dicintai oleh para hambanya, dan mereka itu berjalan kaki di atas (permukaan) bumi dalam hal keadaan memberikan nasihat.

Maka aku berkata : ini menjadikan Allah SWT dicintai oleh para hambanya, maka bagaimanakah mereka menjadikan para hamba Allah SWT dicintai oleh Allah SWT ? Jawab baginda Rasulullah Shallallaahu 'alayhi wa sallaam (mafhuumnya) : mereka itu menyuruh para hamba Allah dengan apa yang Allah SWT suka dan mereka itu mencegah para hamba Allah SWT daripada apa yang Allah SWT benci, maka apabila para hamba Allah SWT itu mentho'ati mereka lalu Allah `azza wa jalla menyintai mereka itu (yakni para hamba Allah itu).

Hayaatush-Shohaabah, juzu` 3, halaman 288 dan 289.
Risalah Fikir (229)



Hadis riwayat Anas bin Malik ra. ia berkata, Nabi saw. bersabda, Tidak beriman seorang hamba (dalam hadis Abdul Warits, seorang laki-laki) hingga Aku lebih dicintainya daripada keluarga, hartanya, dan semua orang.
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim : 62

Hadis riwayat Anas bin Malik ra. ia berkata, Rasulullah saw. bersabda, Tanda kemunafikan adalah membenci sahabat Ansar dan tanda keimanan adalah mencintai sahabat Ansar.
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim : 108

Hadis riwayat Al Barra' ra. ia berkata, Nabi saw. bersabda tentang kaum Anshar, Yang mencintai mereka hanyalah orang yang beriman dan yang membenci mereka hanyalah orang munafik. Siapa yang mencintai mereka, maka Allah mencintainya, siap yang membenci mereka, maka Allah membencinya.
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim : 110

Hadis riwayat Abu Said Al Khudhri ra., Dari Tarek bin Syihab ra. ia berkata, Orang yang pertama berkhotbah pada hari raya sebelum salat Id, adalah Marwan. Ketika itu ada seorang berdiri mengatakan, salat Id itu sebelum khotbah! Marwan menjawab, telah ditinggalkan apa yang ada di sana. Abu Said berkata, Orang ini benar-benar telah melaksanakan kewajibannya, aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda, Barangsiapa di antara kalian melihat kemungkaran (hal yang keji, buruk), hendaklah dia mengubahnya dengan tangannya, jika tidak mampu, maka dengan lisannya, kalau tidak sanggup, maka dengan hatinya, itu adalah selemah-lemah iman.
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim : 70

You Might Also Like

0 maklum balas

Lama sangat tulis dalam kemaskini. Ape daa..

Fiqh Dakwah

1. Al-qudwah qabla dakwah
2. Ar-Ta’lif qabla ta’rif
3. At-ta’rif qabla taklif
4. At-tadarruj fi taklif
5. At-taisir la ta’sir
6. Al-Usul qabla furu’
7. At-targhib qabla tarhib
8. At-tafhim la al-talqin
9. At-tarbiyah la at-ta’riyah
10. Tilmizu imam la tilmiz kitab

Abdullah Nasih ‘Ulwan

“Usaha dan Jihad pemuda-pemuda merupakan suatu tenaga yang paling berpotensi bagi mengatasi dan memecah sebarang masalah. Usaha ke arah Keagungan dan Kegemilangan akan terkabul di tangan-tangan pemuda-pemuda Islam, bukan di kalangan orang yang tidak bermaya lagi tidak berpotensi. Sebagaimana kita semua ketahui, bahawa angkatan pemuda adalah merupakan suatu tenaga yang utuh, teguh andainya mereka ini diasuh dan ditarbiyah dengan tarbiyah Islamiah, hingga jiwa-jiwa mereka ini penuh padu keimanan dengan Allah s.w.t. Berteraskan dengan keimanan yang tulin sahajalah kedudukan ummah ini dapat ditingkatkan sampai menjadi suatu ummah yang aman makmur.”